Puncak Hari Kartini, BIPEKA PKS Jember Dorong Perempuan Jadi Pilar Ketahanan Keluarga

Share :

Jember — Dalam rangka memperingati puncak Hari Kartini, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BIPEKA) DPD PKS Kabupaten Jember menggelar kegiatan bertajuk “Sarasehan Penggerak RKI & Konsultan Keluarga”. Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPR RI Amin AK, jajaran pengurus DPD PKS Kabupaten Jember, serta Ketua Bidang BIPEKA, Mu’rifah, bersama ratusan kader Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang tersebar di seluruh kecamatan di Jember.

Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus sebagai ruang konsolidasi bagi sekitar 200 kader RKI yang aktif di berbagai wilayah. Dalam sambutannya, Ketua BIPEKA, Mu’rifah, menegaskan pentingnya semangat Kartini sebagai inspirasi perempuan masa kini.

“Dalam rangka memperingati Hari Kartini, perempuan harus terus menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, meningkatkan kualitas diri untuk keluarga, serta memperkuat konsolidasi RKI se-Jember. Terutama untuk para ibu tangguh yang menjadi pilar keluarga,” ungkapnya.

Sarasehan ini juga menghadirkan narasumber pakar psikologi, Yayuk Siti Nurhaqimah, S.Psi, yang memaparkan sejumlah poin penting terkait peran perempuan dan keluarga dalam konteks kekinian. Ia menjelaskan bahwa esensi semangat Kartini tidak hanya terletak pada emansipasi, tetapi juga pada pentingnya pendidikan perempuan sebagai kunci kebahagiaan individu dan kemajuan masyarakat. Selain itu, peran ibu sebagai pusat pendidikan karakter anak menjadi fondasi utama dalam membangun generasi yang kuat.

Lebih lanjut, dalam paparannya disampaikan konsep Strategi Pengarusutamaan Keluarga (PUK) sebagai langkah strategis dalam menjawab berbagai persoalan sosial seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perceraian, hingga kenakalan remaja yang berakar dari kondisi keluarga. PUK menekankan pentingnya integrasi perspektif keluarga dalam setiap aspek pembangunan, dengan prinsip berbasis keluarga, partisipatif, serta mengedepankan kesetaraan peran antara suami dan istri.

Dalam sesi tersebut juga ditegaskan bahwa perempuan memiliki peran multiperan, mulai dari pendidik pertama, penguat emosional keluarga, agen perubahan sosial, hingga detektor dini terhadap berbagai persoalan keluarga. Oleh karena itu, kompetensi sebagai konselor keluarga menjadi hal penting, di antaranya kemampuan empati, mendengar aktif (*active listening*), tidak menghakimi, serta menjaga kerahasiaan.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas kader RKI sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan keluarga, sekaligus melahirkan perempuan-perempuan tangguh yang mampu menjadi inspirasi di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat perjuangan Kartini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *