Air Surut, Penderitaan Berlanjut: Relawan PKS Jember–Jawa Timur Berjuang Menjaga Napas Warga Aceh Tamiang

Share :

ACEH TAMIANG– Air banjir memang telah surut dari pemukiman warga Aceh Tamiang. Namun bencana belum benar-benar berakhir. Di Kecamatan Karang Baru, lumpur sisa banjir yang mengering berubah menjadi debu pekat yang beterbangan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera. Debu itu masuk ke paru-paru warga setiap hari, memicu ancaman penyakit pernapasan (ISPA) di tengah proses pemulihan yang berjalan lambat dan minim perhatian.

Saat sorotan publik mulai meredup, warga justru menghadapi fase pascabencana yang lebih sunyi dan berbahaya. Pengendara motor melintas tanpa perlindungan, menahan sesak napas di bawah terik matahari dan debu tebal. Bagi mereka, bertahan hidup berarti tetap keluar rumah—meski harus menghirup udara yang kotor dan berisiko bagi kesehatan.

Melihat kondisi tersebut, Relawan PKS Jember yang hadir sebagai perwakilan DPW PKS Jawa Timur bergerak cepat melakukan aksi pembagian masker di Jalan Lintas Sumatera. Aksi ini menjadi bentuk respons darurat atas ancaman kesehatan yang kerap luput dari perhatian setelah banjir dinyatakan surut.

Aksi bermula di sela-sela kelelahan relawan yang masih berjibaku mengisi tandon air untuk membersihkan rumah Ustaz Dedi Suriansyah, Ketua DPD PKS Aceh Tamiang. Saat itu, debu jalanan yang sangat tebal dan banyaknya pengendara tanpa pelindung menjadi pemandangan yang tak bisa diabaikan. Tanpa menunggu arahan panjang, relawan langsung mengambil masker yang telah mereka kemas hingga larut malam sebelumnya.

“Kami melihat sendiri bagaimana warga terpaksa menghirup debu sisa banjir setiap hari. Mereka sudah terdampak bencana, jangan sampai kesehatan mereka ikut menjadi korban,” tegas Ismail Sholeh, Koordinator Lapangan tim Relawan PKS Jember.

Dalam waktu kurang dari satu jam, hampir 1.000 masker habis dibagikan kepada warga yang melintas. Para relawan dengan sepatu boots yang masih berlumur lumpur dan helm oranye yang kusam oleh debu berdiri di tepi jalan, menyapa pengendara satu per satu. Di tengah panas dan lelah, mereka berupaya memastikan setiap warga setidaknya bisa bernapas sedikit lebih lega hari itu.

Relawan PKS Jember perwakilan DPW PKS Jawa Timur ini menegaskan bahwa kepedulian tidak boleh berhenti saat banjir surut. Pascabencana adalah fase krusial yang sering diabaikan, padahal di situlah risiko kesehatan meningkat dan penderitaan warga terus berlangsung secara perlahan dan senyap.

Dari Jember menuju Aceh Tamiang—menempuh jarak ribuan kilometer—relawan membawa lebih dari sekadar bantuan logistik. Mereka membawa pesan bahwa penderitaan warga pascabencana tidak boleh dianggap selesai hanya karena air telah surut.

Di tengah debu yang menyesakkan dan pemulihan yang belum tuntas, perjuangan relawan ini menjadi pengingat: menjaga napas warga adalah bagian dari menjaga martabat kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *